masih ingat posting saya tentang reksadana? posting saya bercerita tentang keinginan saya mempelajari reksadana lebih jauh, mengetahui apa itu Fortis dan kawan-kawannya. setelah membaca dan meneliti lebih jauh, saya akhirnya memutuskan untuk tidak mencoba reksadana. paling tidak, tidak untuk sekarang. menurut saya, reksadana lebih diarahkan kepada para insan yang memang mempunyai, istilahnya, "duit nganggur". uang ini sudah tidak perlu dialokasikan ke keperluan utama (sehari-hari), keperluan jaga-jaga (sakit, kecelakaan, dll), dan keperluan masa depan (tabungan untuk sekolah, naik haji, anak dll). reksadana ini beyond tabungan. dia adalah investasi. memang tidak semua reksadana beresiko tapi kembali ke hemat saya, reksadana ini kurang greget dimainkan kalau tidak ada resikonya walaupun sedikit. kalau yang tidak beresiko, keuntungannya tidak beda jauh dengan deposito atau tabungan berjangka. sorry, saya bisa salah (secara orang awam banget gitu loh :) tapi perasaan saya belum ...