Minggu yang lalu anak saya yang pertama menerima hasil tes psikologi yang diadakan oleh TK tempat dia bersekolah. Karena kebetulan saya berhalangan untuk mengambil hasilnya, suami saya yang datang dan sekaligus bertemu dengan psikolognya. Tidak lama setelah pertemuan tersebut, suami saya bercerita bahwa anak kami mendapatkan hasil tes psikologi yang cukup baik bahkan bisa dibilang di atas rata-rata teman-teman sekelasnya. Spontan saya senang dan bangga mendengarnya. Tetapi tak lama saya pun berpikir. Apa jadinya jika anak saya berhasil terus? Apa jadinya jika ia selalu dipuji oleh kami, kakek nenek dan guru-gurunya? Apakah dia nanti akan melakukan sesuatu karena ingin dipuji? Karena ia ingin menjadi nomor satu dan terbaik? Saya takut anak saya menjadi stress dan tidak siap menerima kekalahan jika suatu saat dia tidak berhasil, entah karena suatu sebab. Mungkin tidak seperti orangtua saya yang lain, saya ingin anak saya menjadi anak yang biasa saja. Biasa saja dalam artian bukan tid...
where u can see near enough.