Jepang selalu dekat di hati saya. Di luar kenyataan bahwa dia dulu adalah penjajah, banyak unsur hidup saya terkait dengan negara Sakura ini. Paman dan bibi saya menikah dengan orang Jepang. Satu dari mereka mempunyai anak perempuan yang sangat lucu. Ibu saya sempat bekerja di Jepang sebagai peneliti dan sampai sekarang masih mempunyai kerjasama dengan orang Jepang. Saya sendiri pernah beberapa kali mengunjungi Jepang dan setiap kunjungan selalu memberikan kenangan yang manis dan tak terlupakan. Sehingga tak ayal ketika saya mendengar Jepang terkena gempa Jumat lalu (thanks to Twitter yang iseng saya lihat di tengah-tengah seminar) hati saya sedih. Sedih melihat jumlah korban jiwa yang terus bertambah, rumah, mobil dan harta benda yang musnah seketika, dan terakhir ancaman radiasi nuklir yang jangkauannya semakin meluas. Hati saya juga tersentak akan keagun ganNya. Betapa negara sehebat Jepang pun, yang telah memperhitungkan dampak bencana alam sedetil mungkin, tetap saja "kecolon...
where u can see near enough.